Jumat, 26 September 2014

Dampak Pembatasan Solar Bersubsidi

         Sesuai dengan Surat Edaran BPH Migas No. 937/07/Ka BPH/2014 tanggal 24 Juli 2014, PT Pertamina (Persero) sebagai salah satu badan usaha penyalur BBM bersubsidi, akan mulai mengimplementasikan pembatasan BBM bersubsidi, khususnya solar mulai 1 Agustus 2014. Kebijakan ini diterapkan karena volume kuota BBM bersubsidi dikurangi dari 48 juta KL menjadi 46 juta KL. Kemudian mulai tanggal 4 Agustus 2014, waktu penjualan solar bersubsidi di seluruh SPBU di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Bali akan dibatasi dimulai pukul 08.00 sampai dengan pukul 18.00 untuk cluster tertentu. Penentuan cluster tersebut difokuskan untuk kawasan industri, pertambangan, perkebunan dan wilayah-wilayah yang dekat dengan pelabuhan dimana rawan penyalahgunaan solar bersubsidi.
Sementara itu, SPBU yang terletak di jalur utama distribusi logistik, tidak dilakukan pembatasan waktu penjualan solar. Untuk wilayah-wilayah yang sudah menerapkan pembatasan ataupun pengaturan waktu seperti Batam, Bangka Belitung serta sebagian besar wilayah Kalimantan tetap akan menerapkan aturan sesuai yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Daerah setempat. Selanjutnya, terhitung mulai tanggal 6 Agustus 2014, seluruh SPBU yang berlokasi di jalan tol tidak akan menjual premium bersubsidi, namun hanya menjual Pertamax Series.
Pembatasan solar bersubsidi juga memukul sektor transportasi yang merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat. Kebijakan ini mengakibatkan banyak transportasi darat dan laut yang terhenti karena kelangkaan solar. Seperti transportasi laut di Kepri yang mulai tanggal 28 Agustus kemarin putus total. Jika tidak ada penambahan kuota maka dikhawatirkan tarif angkutan laut akan naik karena menggunakan solar nonsubsidi.
 Alokasi solar bersubsidi untuk nelayan juga akan dikurangi sebanyak 20% dan penyalurannya diutamakan untuk kapal dibawah 30 GT. Pengurangan ini menyebabkan nelayan- nelayan yang menggunakan kapal 30 GT ke atas kesulitan untuk melaut bahkan berhenti sementara. Mereka harus membeli BBM nonsubsidi yang harganya lebih mahal jika ingin tetap melaut. Kalangan nelayan memprediksi produksi tangkapan nasional akan berkurang 30%- 40%. Hal ini akan mendorong pemerintah untuk mengimpor tangkapan laut dari luar negeri untuk memenuhi kebutuhan rakyat.
Rakyat sebagai konsumen tentu saja khawatir dengan kebijakan ini. Kebijakan ini diprediksi dapat mendorong tingkat inflasi pada akhir Agustus nanti. Masyarakat akan kesulitan untuk beraktivitas terutama yang berhubungan dengan bahan bakar solar. Berbagai kebutuhan pokok masyarakat juga diprediksi akan naik. Bahkan barang- barang elektronik yang merupakan kebutuhan sekunder juga akan naik. Tentu saja ini akan semakin memberatkan masyarakat terutama masyarakat ekonomi lemah.
Pemerintah sebagai regulator harus berhati- hati dalam mengambil kebijakan karena ini berkaitan dengan kelangsungan hidup negara. Perlu bagi pemerintah mencari solusi terbaik, karena masyarakat sudah dibiarkan hidup konsumtif selama bertahun- tahun. Penyebab bengkaknya subsidi BBM adalah karena banyaknya kendaraan yang beredar di masyarakat. Padahal, masyarakat tidak mampu membeli bahan bakar kendaraan jika subsidi ditiadakan.
Untuk itu, pemerintah harus mengoptimalkan penggunaan transportasi publik di negara ini. Peremajaan dan peningkatan kualitas transportasi publik harus jadi prioritas pemerintahan yang baru. Karena, negara- negara maju seperti Jepang dan Singapura memiliki system transportasi publik yang sangat baik. Jika pemerintah mau mencontoh mereka, masalah BBM yang berlarut- larut akan berkurang dan APBN tidak akan terbebani oleh subsidi.
Kita berharap, pemerintah tidak mengorbankan rakyat dalam mengambil kebijakan. Karena, pemerintah adalah pelindung hak- hak rakyat. Bukan memaksa rakyat untuk menerima segala konsekuensi yang disebabkan ketidaktegasan pemerintah dalam menjalankan fungsinya sebagai regulator.

Reportase Kelompok 3 "Selfie"


Senin, 01 September 2014

Cerpen

Angsa dan Gadis Buruk Rupa

Di sebuah desa yang jauh dari kota tinggallah seorang gadis buruk rupa. Ia hidup sebatangkara karena orang tuanya telah meninggal dunia. Ia juga tidak mempunyai kawan ataupun tetangga karena semua orang takut dengan wajahnya yang buruk rupa. Pekerjaannya setiap hari adalah keluar masuk hutan untuk mencari makanan dan kayu bakar.
Suatu hari saat ia masuk kedalam hutan tiba-tiba ia menemukan seekor angsa yang tergeletak diatas tanah. Kemudian ia menghampiri dan ternyata angsa itu terluka. Ia pun berniat membawa angsa itu pulang untuk diobati. Saat tiba di rumah alangkah terkejutnya gadis itu ternyata angsa yang dibawanya bisa berbicara.
“Wahai gadis yang baik hati terima kasih atas niat baikmu yang mau menolongku dan sebagai tanda balas budi akan aku kabulkan semua permintaanmu kecuali merubah apa yang telah diciptakan oleh Tuhan.” Kata angsa.
“Benarkah wahai angsa ? aku sangat bahagia mendengarnya dan aku tidak akan meminta secara berlebihan. Aku hanya ingin meminta kebutuhan-kebutuhan yang membuat diriku terus hidup” kata gadis itu dengan senang.
Angsa pun mengabulkan semua permintaan setiap gadis itu memintanya. Awalnya permintaan gadis itu masuk akal tetapi lama kelamaan ia tergoda karena permintaan yang diminta selalu terkabul. Gadis itu meminta sebuah rumah mewah dengan alasan rumahnya tidak layak pakai. Ia juga meminta perhiasan dan barang mewah lainnya.
Suatu ketika gadis itu meminta untuk merubah wajahnya karena ia malu dengan wajahnya yang buruk rupak dan tidak sebanding dengan dirinya sekarang yang bergelimang harta. Tetapi angsa menolak permintaan gadis itu karena mereka sudah membuat sebuah perjanjian bahwa permintaan gadis itu terkabul kecuali apa yang dapat merubah ciptaan Tuhan.
“Apakah kamu tidak bersyukur dengan ciptaan Tuhan ? Aku dulu berjumpa denganmu dengan wajah yang penuh ketulusan tetapi setelah mendapatkan semua dan menjadi orang yang kaya raya dirimu ditutupi dengan keserakahan. Ketahuilah bahwa wajah yang cantik hanya dapat dilihat dari hatinya bukan dari fisiknya. Wahai gadis kamu akan menerima apa yang seharunya dirimu terima yaitu sebuah karma dari Tuhan karena kamu telah murka dengan nikmat Tuhan.” Kata angsa.


Angsa itu pun kemudian pergi meninggalkan gadis itu dan tiba-tiba bumi berguncang sangat dahsyat. Seluruh rumah dan harta benda yang dimilikinya terbenam ditelan bumi termasuk gadis itu. Itulah kuasa tuhan kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi dimasa depan.

the end  :)

Pantun

Tari rentak bersamaan
Peringkat pertama dapat piala
Sambutlah hari kemerdekaan
Dengan hati suka cita

Sebuah kata saling bertemu
Beberapa kata menjadi kalimat
Sayangilah orant tuamu
Agar bahagia dunia akhirat

Laut indah warnanya biru
Di dalamnya ikan menari-nari
Hargailah jasa pahlawanmu
Itulah tanda cinta negeri

Langit indah tiada tara
Matahari bersinar sangatlah terang
Jujurlah dalam berkata
Agar dipercaya oleh orang

Puisi

Hari Kemerdekaan

Hari kemerdekaan
Hari itulah yang dinanti rakyat Indonesia
Mereka menyambut dengan hati gembira
Pertanda lahirnya negara Indonesia

Hari merdeka
Hari di mana bangsa Indonesia terlepas dari keterpurukan
Hari di mana mereka bisa mencicipi kebebasan
Hari di mana terwujudnya sebuah keadilan

Tetapi mengapa ?
Mengapa masih banyak rakyat yang menderita
Menderita karena dijajah kemiskinan dan kebodohan
Mampukah kita mengatakan telah merdeka ?

Bangun… bangunlah rakyat Indonesia
Buka mata dan perjuangkan harga diri negara
Majulah… angkat senjata dan perangilah
Tumpahkan semua jiwa dan raga demi Indonesia

Lepaskan negeri ini dari jajahan tidak nyata
Rebut kembali kata merdeka itu sepenuhnya
Takkan pernah ada terdengar kata merdeka
Takkan pernah sebelum semua itu binasa



Minggu, 11 Mei 2014

MTQ Nasional 2014

Astaka MTQ Nasional 2014 Kepri Tak Ada Duanya


BATAM (BP) – Direktur Jenderal  Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) Abdul Djamil meninjau kesiapan infrastruktur Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXV 2014, Senin (6/5). Ia memuji Astaka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) yang masih dalam tahap pembangunan di Dataran Engku Putri, Batam Centre, sebagai yang terbaik.
”Ini tidak ada duanya,” katanya.
Djamil menambahkan, sifat bangunan Astaka MTQ Nasional, biasanya, hanya sementara. Baru di Kepri-lah, bangunan tersebut dibuat permanen. Dengan tujuan akan digunakan lebih lanjut sebagai Museum Sejarah Peradaban Islam. “Idenya bagus untuk membuatnya sebagai museum,” ujarnya lagi.
Djamil menilai, persiapan Pemerintah Provinsi Kepri sudah sampai 90 persen. Sekarang sedang dalam tahap penyempurnaan. Termasuk didalamnya, Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan MTQ Nasional XXV 2014 yang digelar Pemprov Kepri di Harmoni One, Senin (5/5).
Dalam rapat tersebut, Pemprov Kepri mengundang perwakilan pejabat pemerintah dari seluruh provinsi di Indonesia. Ditambah juga seluruh Kepala Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ). Rapat itu akan membahas hal-hal terkait pelaksanaan lomba MTQ. Seperti, misalnya, perimeter dewan hakim untuk lomba MTQ.
“Inilah forum kami untuk memperbincangkannya dengan daerah-daerah,” katanya.
Djamil yakin, MTQ Nasional kali ini akan menjadi sebuah ajang yang spektakuler. Sebab tak hanya peserta atau kafilah saja yang hadir, tapi juga para supporter. Apalagi perayaan ini dibarengi dengan Pameran Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI). Ini berarti akan pula menjadikannya sebagai sebuah acara bisnis terbesar.
Namun, Djamil memastikan, kedua acara tersebut tidak akan saling berbenturan. Sebab, dari segi lokasi, kedua acara tersebut telah dipisahkan. Acara lomba diselenggarakan di Dataran Engku Putri. Sementara PPKI diselenggarakan di kawasan Islamic Centre. Ketua Pelaksana MTQ Nasional XXV Soerya Respationo optimis segalanya akan rampung di minggu keempat di bulan Mei.
“Segala infrastruktur ini pasti akan selesai,” Wakil Gubernur Kepri itu. (ceu)


Senin, 05 Mei 2014