Angsa
dan Gadis Buruk Rupa
Di
sebuah desa yang jauh dari kota tinggallah seorang gadis buruk rupa. Ia hidup
sebatangkara karena orang tuanya telah meninggal dunia. Ia juga tidak mempunyai
kawan ataupun tetangga karena semua orang takut dengan wajahnya yang buruk rupa.
Pekerjaannya setiap hari adalah keluar masuk hutan untuk mencari makanan dan
kayu bakar.
Suatu
hari saat ia masuk kedalam hutan tiba-tiba ia menemukan seekor angsa yang
tergeletak diatas tanah. Kemudian ia menghampiri dan ternyata angsa itu
terluka. Ia pun berniat membawa angsa itu pulang untuk diobati. Saat tiba di
rumah alangkah terkejutnya gadis itu ternyata angsa yang dibawanya bisa
berbicara.
“Wahai
gadis yang baik hati terima kasih atas niat baikmu yang mau menolongku dan
sebagai tanda balas budi akan aku kabulkan semua permintaanmu kecuali merubah
apa yang telah diciptakan oleh Tuhan.” Kata angsa.
“Benarkah
wahai angsa ? aku sangat bahagia mendengarnya dan aku tidak akan meminta secara
berlebihan. Aku hanya ingin meminta kebutuhan-kebutuhan yang membuat diriku
terus hidup” kata gadis itu dengan senang.
Angsa
pun mengabulkan semua permintaan setiap gadis itu memintanya. Awalnya
permintaan gadis itu masuk akal tetapi lama kelamaan ia tergoda karena
permintaan yang diminta selalu terkabul. Gadis itu meminta sebuah rumah mewah
dengan alasan rumahnya tidak layak pakai. Ia juga meminta perhiasan dan barang
mewah lainnya.
Suatu
ketika gadis itu meminta untuk merubah wajahnya karena ia malu dengan wajahnya
yang buruk rupak dan tidak sebanding dengan dirinya sekarang yang bergelimang
harta. Tetapi angsa menolak permintaan gadis itu karena mereka sudah membuat
sebuah perjanjian bahwa permintaan gadis itu terkabul kecuali apa yang dapat
merubah ciptaan Tuhan.
“Apakah
kamu tidak bersyukur dengan ciptaan Tuhan ? Aku dulu berjumpa denganmu dengan
wajah yang penuh ketulusan tetapi setelah mendapatkan semua dan menjadi orang
yang kaya raya dirimu ditutupi dengan keserakahan. Ketahuilah bahwa wajah yang
cantik hanya dapat dilihat dari hatinya bukan dari fisiknya. Wahai gadis kamu
akan menerima apa yang seharunya dirimu terima yaitu sebuah karma dari Tuhan
karena kamu telah murka dengan nikmat Tuhan.” Kata angsa.
Angsa
itu pun kemudian pergi meninggalkan gadis itu dan tiba-tiba bumi berguncang
sangat dahsyat. Seluruh rumah dan harta benda yang dimilikinya terbenam ditelan
bumi termasuk gadis itu. Itulah kuasa tuhan kita tidak mengetahui apa yang akan
terjadi dimasa depan.
the end :)
keren kar, isi kandungannya bagus
BalasHapusBagus Kar :) kreatif
BalasHapusbeh keren kar. singkat tapi pasti amanatnya hehehe
BalasHapusbagus ceritanya kar :)
BalasHapusmantap kar
BalasHapuskeren kar,
BalasHapuskeren kariani :)
BalasHapusBagus Kar.
BalasHapus...” Kata angsa. --> ...”, kata angsa.
bagus kar
BalasHapus